• Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and find this content. Replace it your own description.

  • Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and find this content. Replace it your own description.

  • Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and find this content. Replace it your own description.

  • Slide 4 Title

    This is slide 4 description. Go to Edit HTML and find this content. Replace it your own description.

  • Slide 5 Title

    This is slide 5 description. Go to Edit HTML and find this content. Replace it your own description.

  • Slide 6 Title

    This is slide 6 description. Go to Edit HTML and find this content. Replace it your own description.

Jumat, 08 Maret 2013

Pantai Lampuuk

Posted by Unknown On 08.23 | No comments
Kawasan Wisata pantai Lampuuk mulai terkenal di tahun 1990-an. Pantai Lampuuk, merupakan pantai alami dengan pasir putih yang membentang lua dan teluknya yang indah, lengkap dengan beragam karang dan biota lautnya. 
Bahkan berbagai fasilitas permainan yang tadinya tidak ada, sekarang sudah ada, seperti banana boat.
Selain itu, di Pantai Lampuuk ini juga terdapat gua yang sangat indah yang dapat dimasuki wisatawan. Jika Anda hobi berselancar juga sangat cocok di pantai ini karena ombaknya yang besar dan bersahabat.

Masjid raya baiturrahman

Posted by Unknown On 08.19 | No comments
Masjid ini merupakan saksi bisu sejarah Aceh, terletak di pusat kota Banda Aceh dan merupakan kebanggaan masyarakat Aceh. Masjid Raya Baiturrahman adalah simbol religius, keberanian dan nasionalisme rakyat Aceh. Masjid ini dibangun pada masa Sultan  Iskandar Muda (1607-1636), dan merupakan pusat pendidikan ilmu agama di  Nusantara. Pada saat itu banyak pelajar dari Nusantara, bahkan dari Arab,  Turki, India, dan Parsi yang datang ke Aceh untuk menuntut ilmu agama. Mesjid ini  merupakan markas pertahanan rakyat Aceh ketika berperang dengan Belanda  (1873-1904). Pada saat terjadi Perang Aceh pada tahun 1873, masjid ini dibakar  habis oleh tentara Belanda. Pada saat itu, Mayjen Khohler tewas tertembak di  dahi oleh pasukan Aceh di pekarangan Masjid Raya. Untuk mengenang peristiwa  tersebut, dibangun sebuah monumen kecil di depan sebelah kiri Masjid Raya,  tepatnya di bawah pohon ketapang. Enam tahun kemudian, untuk meredam kemarahan  rakyat Aceh, pihak Belanda melalui Gubernur Jenderal Van Lansnerge membangun  kembali Masjid Raya ini dengan peletakan batu pertamanya pada tahun 1879. Hingga  saat ini Masjid Raya telah mengalami lima kali renovasi dan perluasan  (1879-1993).
Mesjid ini merupakan salah satu Mesjid yang terindah di Indonesia yang memiliki tujuh kubah, empat menara dan satu  menara induk. Ruangan dalam berlantai marmer buatan Italia, luasnya mencapai  4.760 m2 dan terasa sangat sejuk apabila berada di dalam ruangan Mesjid. Mesjid ini  dapat menampung hingga 9.000 jama‘ah. Di halaman depan masjid  terdapat sebuah kolam besar, rerumputan yang tertata rapi dengan tanaman hias  dan pohon kelapa yang tumbuh di atasnya.

Gunongan

Posted by Unknown On 08.14 | No comments
Gunongan merupakan simbol dan kekuatan cinta  Sultan Iskandar Muda kepada permaisurinya yang cantik jelita, Putri Phang (Putroe Phang) yang berasal dari Pahang,  Malaysia. Alkisah, Putroe Phang sering merasa kesepian di tengah kesibukan  sang suami sebagai kepala pemerintahan. Ia selalu teringat dengan kampung  halamannya di Pahang. Sang suami memahami kegundahan permaisurinya. Untuk  membahagiakan sang permaisuri, ia membangun sebuah gunung kecil (Gunongan)  sebagai miniatur perbukitan yang mengelilingi istana Putroe Phang di  Pahang. Setelah Gunongan selesai dibangun, betapa bahagianya sang permaisuri. Hari-harinya banyak dihabiskan dengan bermain bersama dayang-dayang di sekitar  Gunongan, sambil memanjatinya. Gunongan terletak di Jalan Teuku Umara berhadapan  dengan lokasi perkuburan serdadu Belanda (Kerkoff). Bangunan ini didirikan pada masa  pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636) pada abad ke-17. Bangunan Gunongan tidak terlalu besar, bersegi enam, berbentuk seperti bunga dan  bertingkat tiga dengan tingkat utamanya sebuah mahkota tiang yang berdiri  tegak. Pada dindingnya ada sebuah pintu masuk berukuran rendah yang selalu  dalam keadaan terkunci. Dari lorong pintu itu ada sebuah tangga menuju ke  tingkat tiga Gunongan.

Kapal PLTD Apung

Posted by Unknown On 08.02 | No comments
Dikarenakan banyak menara transmisi listrik dari Sumatera Utara ke Aceh ditebang oleh pihak-pihak pemberontak pada masa konflik maka masalah kekurangan listrik di Banda Aceh menjadi sangat krusial sehingga PLN menempatkan Kapal Generator Listrik untuk mensuplai kebutuhan listrik di Banda Aceh melalui jalur laut. Pada hari minggu pagi tanggal 26 Desember 2004, gelombang Tsunami menghempas Kapal tersebut sejauh lebih kurang 3KM dari pesisir pantai. Dikarenakan banyak objek akibat Tsunami seperti perumahan penduduk yang hancur telah dibangun kembali, maka Kapal besar di tengah kampung ini sangat membantu untuk mendapatkan gambaran betapa dahsyatnya Tsunami tersebut.

Kuburan Massal

Posted by Unknown On 07.24 | No comments
Situs wisata ini terletak di Jalan Sultan Iskandar Muda dan sebelum Tsunami merupakan Rumah Sakit Umum Meuraxa, namun ketika Tsunami melanda Kota Banda Aceh Rumah Sakit tersebut rusak parah dan halamannya dijadikan pemakaman massal bagi korban Tsunami sedangkan untuk Rumah Sakit Meuraxa sendiri direlokasi ke Desa Mibo Kecamatan Banda Raya Kota Banda Aceh.

Blogroll

About